Tanda Bahaya Kehamilan
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Tanda Bahaya Kehamilan Trimester Pertama
- Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi:
- Pendarahan pervaginam
Pendarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada masa awal kehamilan, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan kehamilan dapat berupa: abortus, kehamilan mola,kehamilan ektopik.mual dan muntah yang berlebihan - Mual dan muntah berlebihan
Mual dan muntah hal yang wajar dan sering terjadi pada kehamilan trimester pertama. Mual biasa terjadi pada pagi hari (morning sicknes), tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala–gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida . Satu diantara seribu kehamilan, gejala–gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual dan muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah disebut hiperemisis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringanya penyakit.(Sarwono, 2005:275) - Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan.sakit kepala yang menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang kala sakit kepala yang hebat tersebut, memungkinkan penglihatan si ibu menjadi kabur. Hal tersebut merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian. (Uswhaaya, 2009: 4-5) - Penglihatan kabur
Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan. Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsia. Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnyapenglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang. Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia. Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darahdalam pusat penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah). (Uswhaaja, 2009: 5) - Nyeri perut yang hebat
Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang. Hal ini mungkin gejala utama pada kehamilan ektopik atau abortus. (Saifuddin, 2002: 98) - Gerakan janin berkurang
Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22 minggu atau selama persalinan. - Bengkak pada wajah, kaki dan tangan
Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka. Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas. Oedema biasa menjadi menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain: jika muncul pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah beristirahat, bengkak disertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti: sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsia. (Uswhaaja, 2009: 5-6) - Selaput kelopak mata pucat
Anemia adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan rendah, kuantitas dari sel–sel ini tidak memadai untuk memberikan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi. Anemia sering terjadi pada kehamilan karena volume darah meningkat kira–kira 50% selama kehamilan. Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya meningkat lebih cepat daripada sel- selnya. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau persen sel darah merah dalam darah). Penurunan ini dapat mengakibatkan anemia. - Demam tinggi
Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya inffeksi dalam kehamilan. - Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala–gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia.
Tanda Bahaya Kehamilan Trimester Kedua
- Keracunan Kehamilan
Hati-hati apabila terdapat tanda-tanda seperti ibu merasa pusing yang berlebihan, lemas, kaki bengkak, badan bengkak, tekanan darah tinggi. Biasanya mencapai 140 / 90 mmHg. 2. Perut Berkontraksi Jika hal ini terjadi, waspadai terjadinya kelahiran prematur. Karena salah satu tanda dan gejala lahirnya bayi yang prematur adalah perut yang terasa berkontraksi terus menerus. - Ketuban Pecah Dini
Jika air ketuban yang pecah terlebih dahulu, waspadai terjadinya kelahiran prematur. Segeralah ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pertolongan segera. - Pendarahan yang terjadi lewat jalan lahir
Terjadinya perdarahan waktu melahirkan dapat membahayakan nyawa ibu dan juga bayinya.
Tanda Bahaya Kehamilan Trimester Ketiga
- Keracunan kehamilan
Seperti halnya pada trimester ke dua, tetap waspadai adanya tanda-tanda ibu merasa pusing, lemas, kaki dan tangan bengkan serta tekanan darah yangtinggi yaitu 140 / 90 mmHg. - Perdarahan lewat jalan lahir
Perlu hati-hati jika perdarahan melalui vagina. Mungkin ini terjadi karena kelainan letak plasenta atau mungkin plasenta yang terlepas dari tempat menempelnya di dalam lahir. Hal tersebut dangatlah membahayakan nyawa ibu dan juga anaknya.
Sumber : www.kebidanan.org

