Pencegahan Diare pada Balita Melalui Pemberian Imunisasi Campak
Pencegahan Diare pada Balita Melalui Pemberian Imunisasi Campak
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Imunisasi campak diberikan pada bayi yang berusia 9 bulan. Pada anak yang terkena penyakit campak, sepuluh hari setelah berdekatan dengan penderita campak maka penyakit ini mulai timbul dengan tanda-tanda demam, panas, pilek, mata merah dan sakit serta batuk. Anak tampak semakin sakit, mulut terasa sangat sakit dan mungkin disertai mencret.
Diare sering timbul menyertai campak sehingga pemberian imunisasi campak juga dapat mencegah diare oleh karena itu beri anak imunisasi campak segera setelah berumur 9 bulan. Anak harus diimunisasi terhadap campak secepat mungkin setelah usia 9 bulan. Diare dan disentri sering terjadi dan berakibat berat pada anak-anak yang sedang menderita campak dalam 4 mingggu terakhir. Hal ini sebagai akibat dari penurunan kekebalan tubuh penderita. Selain imunisasi campak, anak juga harus mendapat imunisasi dasar lainnya seperti imunisasi BCG untuk mencegah penyakit TBC, imunisasi DPT untuk mencegah penyakit diptheri, pertusis dan tetanus, serta imunisasi polio yang berguna dalam pencegahan penyakit polio.
Pencegahan terhadap diare atau pencarian terhadap pengobatan diare pada balita termasuk dalam perilaku kesehatan. Adapun perilaku kesehatan menurut Notoatmodjo (2007) adalah suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sakit atau penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, dan minuman, serta lingkungan. Dari batasan ini, perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok :
1. Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintanance)
Perilaku pemeliharaan kesehatan (health maintanance) adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit.
2. Perilaku pencarian atau penggunaan sistem atau fasilitas kesehatan (health seeking behavior).
Perilaku ini adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit dan atau kecelakaan.
3. Perilaku kesehatan lingkungan
Perilaku kesehatan lingkungan adalah apabila seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya, dan sebagainya.
Untuk menilai baik atau tidaknya perilaku kesehatan seseorang, dapat dinilai dari domain-domain perilaku. Domain-domain tersebut adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan. Dalam penelitian ini domain sikap tidak dinilai, karena merupakan perilaku tertutup (convert behavior). Perilaku tertutup merupakan persepsi seseorang terhadap suatu stimulus, yang mana persepsi ini tidak dapat diamati secara jelas. Sementara tindakan termasuk perilaku terbuka, yaitu respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Hal ini dapat secara jelas diamati oleh orang lain.
Imunisasi campak dapat mencegah terjadinya penyakit diare pada balita. Hal ini diperkuat dengan penelitian Kusumawardhani tahun 2012 yang menyatakan hubungan antara status imunisasi campak dengan kejadian diare pada bayi umur 7-12 bulan adalah faktor risiko penyebab penyakit. Bayi yang tidak dberi imunisasi campak berisiko sering diare 2,333 kali dibandingkan dengan bayi yang diberi imunisasi campak.
Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Amin Rahman Hardi, Masni dan Rahman pada tahun 2012 yang menyatakan 72 batita yang lengkap imunisasinya, sebanyak 46 batita (63,89%) tidak terkena diare dan hanya 26 batita (36,11%) yang terkena diare. Kemudian dari 148 batita yang tidak lengkap imunisasinya, sebanyak 71 batita (47,97%) yang tidak terkena diare, sementara mayoritas batita sebanyak 77 batita (52,03%) terkena diare. Dengan uji Chi Square diperoleh nilai p value (0,038) < 0,05 yang artinya secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara faktor imunisasi dengan kejadian diare, hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Olyfta (2010) dimana hasil penelitiannya menyebutkan faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian diare adalah status imunisasi campak (p=0,011).
Alat pemeriksaan fisik pada balita yang mengalami diare bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366, SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber: Riset Kesehatan Dasar dan Buku Pedoman Tatalaksana Diare
Incoming search terms:
- hubungan imunisasi campak dengan diare
- diare setelah imunisasi campak
- imunisasi campak saat anak diare
- hubungan imunisasi campak dengan penyakit diare
- imunisasi campak dan diare
- hubungan imunisasi dan diare
- imunisasi campak diare
- imunisasi campak dn diare
- anak diare bolehkah di imunisasi
- imunisasi campak terhadap diare
