Prosedur Pemberian Obat Melalui Rektum
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Pemberian obat per rectal (anus) merupakan cara memberikan obat dengan memasukkan obat melalui anus atau rektum dengan tujuan memberikan efek lokal sistemik.
Tindakan pengobatan ini disebut pemberian obat suppositoria yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat, menjadikan lunak pada daerah feses dan merangsang buang air besar.
Contoh pemberian obat yang memiliki efek lokal seperti obat dulcolac supositoria yang berfungsi secara lokal untuk meningkatkan defekasi dan contoh efek sistemik pada obat aminofilin suppositoria dengan fungsi mendilatasi bronkus.
Pemberian obat suppositoria ini diberikan tepat pada dinding rektum yang melewati sfingter ani interna. Kontraindikasi pada pasien yang mengalami pembedahan rektal.
Berikut terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memberikan obat melalui rektum pasien, yaitu sebagai berikut:
- Patuhi prosedur pekerjaan
- Perhatikan keadaan umum klien pada saat sebelum dan setelah obat suppositoria dimasukkan
- Obat suppositoria harus disimpan di dalam lemari es agar tidak meleleh
- Pada saat membuka bungkus suppositoria usahakan tangan jangan sampai menyentuh obat suppositoria
- Ambil obat suppositoria dengan kassa agar jangan sampai jatuh karena permukaan suppositoria yang sangat licin
- Perhatikan reaksi pasien pada saat obat suppositoria dimasukkan ke dalam rektum
- Letakkan peralatan pada tempat yang terjangkau dan sistematis.
Peralatan dan bahan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :
- Sarung tangan
- Vaselin (pelicin)
- Bak instrumen
- Tempat sampah kering
- Waskom larutan clorin
- Bengkok
- Perlak dan alas
- Baki beralas
- Obat suppositoria
- Kain kassa
- Kertas tissue
- Larutan Clorin 0,5 %.
Berikut prosedur memberikan obat melalui rektum pasien yaitu :
- Lakukan informed consent pada pasien. Jelaskan kepada pasien tentang tujuan pemberian obat per rektal, prosedur yang akan dilakukan dan gunakan bahasa yang dipahami pasien.
- Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan dan susun secara ergonomis. Letakkan alat sesuai dengan fungsinya dan dekatkan ke pasien agar mudah dijangkau
- Pasang sampiran. Pastikan privacy pasien tetap terjaga.
- Atur posisi pasien dalam posisi sim. Buka pakaian bawah pasien terlebih dahulu lalu baringkan pasien miring ke kiri dan kaki kanan di tekuk.
- Pasang perlak dan alasnya di bawah bokong ibu. Letakkan perlak dan alas tepat dibawah bokong ibu agar kotoran tidak jatuh ke tempat tidur.
- Cuci tangan 7 langkah. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Lakukan sebersih mungkin, termasuk disela-sela jari dan lepaskan semua perhiasan, keringkan dg handuk.
- Buka pembungkus suppositoria. Robek pembungkus suppositoria pada bagian yang telah diberi tanda dan jari jangan sampai memegang suppositoria.
- Pakai sarung tangan. Pakai sarung tangan, tidak perlu steril, hanya untuk melindungi petugas dari infeksi.
- Ambil obat suppositoria dengan kassa. Buka pembungkus suppositoria dengan tangan kiri (seperti membuka kulit pisang) kemudian ambil suppositoria dengan tangan kanan menggunakan kain kassa.
- Olesi ujung telunjuk kanan dan ujung suppositoria dengan pelicin. Keluarkan dulu isi pelicin, kemudian oleskan pada ujung telunjuk kanan dan ujung suppositoria tanpa menyentuh ujung botol pelicin.
- Buka bokong sekitar anus agar lubang anus terlihat jelas. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan/tangan dominan.
- Masukkan suppositoria ke dalam anus ± 7-8 cm. Anjurkan pasien bernafas melalui mulut agar spingter ani rileks kemudian masukkan suppositoria secara pelan-pelan ke dalam anus lalu dorong dengan jari telunjuk tangan kanan sampai melewati spingter ani interna.
- Tarik jari telunjuk keluar. Keluarkan jari secara pelan-pelan.
- Jepit kedua bokong pasien agar suppositoria tidak keluar. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri/tangan yang dominan.
- Anjurkan pasien tetap berbaring selama ± 20 menit. Anjurkan pasien jangan mengedan untuk menahan suppositoria agar tidak keluar.
- Bersihkan daerah anus dengan tissue. Lakukan dengan hati-hati dan perhatikan ekspresi wajah pasien.
- Rapihkan pasien kembali. Ambil perlak dan alas dibawah bokong pasien dan rapihkan kembali pakaian bawah pasien.
- Bereskan alat. Buang semua bahan yang telah digunakan ke dalam tempat sampah. Rendam semua alat bekas pakai yang terkontaminasi ke dalam larotan Clorin 0,5 % lalu rendam selama 10 menit Bereskan peralatan kemudian letakkan alat di tempat semula.
- Lepaskan sarung tangan. Basuh sarung tangan dalam larutan Clorin 0,5 % lalu rendam selama 10 menit.
- Cuci tangan. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menyelesaikan tindakan. Lakukan sebersih mungkin termasuk disela-sela jari dan keringkan dengan handuk.
- Dokumentasi. Catat dalam buku obat : reaksi pasien, hasil dari pemberian suppositoria, tanggal dan jam pemberian obat, nama obat yang diberikan, nama serta tanda tangan yang memberikan obat.
Peralatan untuk memberikan obat melalui rektum ini bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366 SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Sumber :
- Buku Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan
Incoming search terms:
- contoh nama obat rektal
- obat lewat rektum

