Indikator PWS-KIA
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Indikator PWS-KIA
a. Indikator Cakupan K1 (akses pelayanan antenatal)
Digunakan untuk mengetahui jangkauan pelayanan antenatal dan kemampuan program dalam menggerakan masyarakat.
Cara menghitung cakupan K1 dalam 1 tahun :
| Jumlah kunjungan baru (K1) ———————————————- x 100% jumlah sasaran ibu hamil |
b. Indikator cakupan ibu hamil (K4)
Untuk mengetahui cakupan pelayanan antenatal secara lengkap yang menggambarkan tingkat perlindungan ibu hamil di suatu wilayah dan kemampuan manajemen kelangsungan program KIA.
Cara menghitung :
| jumlah kunjungan ibu hamil K4 —————————————————- x 100 % Jumlah sasaran ibu hamil dlm 1 th |
− Manajemen program
Drop out (DO) adalah persentase dari K1 di kurangi K4 x 100%.
− Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan
Menggambarkan kemampuan program KIA dalam pertolongan persalinan secara professional.
− Deteksi ibu hamil berisiko oleh masyarakat
Menggambarkan tingkat kemampuan dan peran serta masyarakat dalam melakukan deteksi ibu hamil berisiko di suatu wilayah.
− Cakupan pelayanan neonatal (KN) oleh tenaga kesehatan
Bertujuan untuk mengetahui jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan neonatal.
− Indikator Keluarga Berencana
Bertujuan untuk mengetahui jangkauan dan kualitas pelayanan KB. Cara menghitung didasarkan pada :
- Penggerakan masyarakat
- Akseptor baru metode kontrasepsi efektif
| Jumlah akseptor baru ————————————- x 100% Jumlah seluruh PUS |
- Keberlangsungan program
- Akseptor aktif metode kontrasepsi efektif
| Jumlah akseptor aktif ————————————- x 100% Jumlah seluruh PUS |
- Masalah (manajemen program)
| DO= (pemakai kontrasepsi awal tahun + akseptor baru sampai bulan n) – pemakai kontrasepsi sampai dengan bulan ini |
− Indikator program gizi
Adalah keberhasilan program gizi pada balita yang dihitung berdasarkan :
- Jangkauan program
| jumlah balita terdaftar dan mempunyai KMS K/S = ———————————————————— x 100% jumlah balita di wil.kerja |
- Keberlangsungan program
| Jumlah balita yang datang ditimbang D/K = ——————————————————- x 100% jumlah balita yang terdaftar |
- Manajemen program
| K - D DO = ———- x 100% K |
Grafik PWS-KIA
a. Cara membuat grafik PWS-KIA
Laporan PWS KIA di buat setiap bulan. Salah satu laporan dengan menggunakan grafik yang di buat setiap bulan. Grafik di buat berdasarkan indikator yang harus di capai dalam PWS KIA yaitu :
- Grafik cakupan K1
- Grafik cakupan K4
- Grafik cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan
- Grafik penjaringan ibu hamil berisiko oleh masyarakat
- Grafik penjaringan ibu hamil berisiko oleh tenaga kesehatan
- Grafik cakupan neonatal oleh tenaga kesehatan
b. Langkah pembuatan grafik PWS-KIA
- Pengumpulan data. Data diperoleh dari :
− Catatan ibu hamil perdesa
− Register pemantauan ibu hamil per desa
− Catatan posyandu
− Laporan dari bidan/ dokter praktek swasta
− Rumah bersalin - Pengolahan data
− data cakupan K1 / K4
− kumulatif per desa ( cth januari-juni 2008)
− cakupan K1/K4 bulan yang akan diolah (cth Juni 2008)
− cakupan K1/K4 bulan sebelumnya ( cth Mei 2008) - Penggambaran grafik
− Tentukan target rata-rata perbulan untuk menggambarkan skala pd garis vertikal (sumbu Y)
− Masukan hasil perhitungan pencapaian kumulatif K1 sampai dengan bulan ini (juni 2008) ke dalam lajur persentase kumulatif secara berurutan sesuai peringkat
− Tulis nama desa pada lajur desa dengan cakupannya masing-masing
− Masukan pencapaian bulan ini
− Gambar anak panah, mengarah keatas jika pencapaian cakupan bulan ini lebih besar daripada bln ini. - Analisa grafik dan tindak lanjut PWS-KIA
− Status baik : apabila desa dengan cakupan di atas target dan mempunyai kecenderungan cakupan bulanan yang meningkat atau tetap apabila di bandingkan dengan cakupan bulan lalu
− Status kurang : apabila desa dengan cakupan diatas target ,namun mempunyai kecenderungan menurun pada bulan ini dibdengan bulan lalu, sehingga perlu perhatian
− Status cukup : apabila desa dengan cakupan di bawah target dan mempunyai kecenderungan cakupan bulanan meningkat jika dibandingkan dengan cakupan bulan lalu
− Status buruk : apabila desa dengan cakupan di bawah target dan mempunyai kecenderungan cakupan bulanan menurun dibandingkan dibandingkan dengan bulan lalu. - Rencana tindak lanjut
Rencana operasional yang harus di tindak lanjuti adalah :
− Desa yang berstatus baik atau cukup, pola penyelenggaraan KIA perlu dilanjutkan.
− Desa berstatus kurang atau buruk perlu dilakukan analisa lebih mendalam serta dicari penyebab rendahnya atau menurunnya cakupan bulanan.
Sumber : Buku Kebidanan Komunitas
Incoming search terms:
- target PWS KIA 2016
- target cakupan pws kia 2016
- pws kia terbaru
- indikator pws kia
- indikator pws kia 2015
- target pws kia 2017
- rumus pws kb

