Hamil 7 Minggu
Oleh : Bidan Rina Widyawati
Saat hamil 7 minggu, ibu hamil harus lebih berhati-hati menjaga kandungan karena kehamilan yang masih berusia kurang dari 7 minggu masih sangat lemah dan rawan keguguran. Ibu hamil perlu memastikan bahwa ibu dan janin dalam keadaan sehat. Pada saat hamil 7 minggu akhir, panjang janin mencapai sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru.
Tanda Hamil 7 Minggu
Pada usia hamil 7 minggu, ibu akan merasakan tanda-tanda tertentu yang dapat menjadi pertanda bahwa kondisi kehamilan sehat, yaitu diantaranya adalah :
- Tanda hamil 7 minggu : Berhenti menstruasi. Ketika ibu telah dinyatakan positif hamil pada saat melakukan pemeriksaan test pack, ibu tersebut tidak akan mendapatkan menstruasi selama kehamilan. Sekitar 20 sampai 30 persen wanita hamil biasanya mengalami sedikit pendarahan di awal kehamilan. Tetapi hanya setengah dari jumlah tersebut kadang tidak dapat mempertahankan kehamilannya dan mengalami keguguran. Produksi hormon progesteron pun meningkat dan menyebabkan penebalan lapisan rahim, sebagai tempat implan embrio yang akan tumbuh menjadi janin kemudian bayi. Pada tahapan ini, ibu hamil mungkin akan merasakan sedikit kram perut dan pendarahan ringan, yang disebut pendarahan implantasi. Hal ini terjadi karena penanaman embrio pada lapisan rahim. Setelah hamil 7 minggu, kram dan pendarahan ringan biasanya akan mereda. Jika pendarahan semakin banyak dan tidak kunjung reda, maka yang dapat dilakukan oleh ibu adalah dengan segera mengkonsultasikann kehamilan ke dokter untuk mewaspadai keguguran.
- Tanda hamil 7 minggu : Perubahan payudara. Awal kehamilan yang sehat ditandai dengan perubahan pada payudara, yang disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen. Areola atau daerah gelap di sekitar puting dan puting itu sendiri akan berubah warna menjadi lebih gelap. Pembuluh darah di payudara menjadi lebih menonjol dan ibu mungkin akan merasakan gatal dan kesemutan pada area payudara dan puting. Payudara ibu juga akan membesar hingga ukurannya naik sekitar 2 cup.
- Tanda hamil 7 minggu : Morning Sickness. Gejala ini paling umum terjadi di awal kehamilan yang biasanya dimulai seminggu atau lebih setelah ibu pertama kali melewatkan siklus mentruasi dan akan bertahan hingga 7 minggu. Suatu studi menunjukkan bahwa morning sickness yang umumnya meliputi mual dan keengganan terhadap bau atau rasa tertentu, adalah tanda positif dari kehamilan yang sehat, terutama pada wanita di atas usia 30 tahun. Meningkatnya kadar hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh plasenta, serta hormon estrogen dan progesteron, semuanya berkontribusi terhadap morning sickness. Tetapi jika ibu tidak mengalami morning sickness sama sekali selama hamil 7 minggu ini, itu tidak selalu mengandung arti bahwa bayi dalam keadaan tidak sehat. Karena tidak semua ibu hamil mengalami morning sickness.
- Tanda hamil 7 minggu : Kelelahan. Umum bagi ibu yang selalu merasa kelelahan di awal kehamilan. Progesteron adalah penyebab kelelahan tersebut yang akan memudar dengan sendirinya dan tubuh akan kembali kuat setelah melalui 7 minggu usia kehamilan.
- Tanda hamil 7 minggu : Sering buang air kecil. Sering buang air kecil saat hamil 7 minggu terjadi karena volume darah meningkat 30 sampai 50 persen selama kehamilan, lebih banyak darah yang mengalir ke ginjal dan meningkatkan jumlah urine. Rahim yang membesar akan mengurangi kapasitas kandung kemih dan membuat orang yang hamil muda lebih sering buang air kecil.
- Tanda hamil 7 minggu : Peningkatan produksi air liur. Di awal kehamilan, ibu mungkin merasa bahwa jumlah air liur ibu melimpah yang biasanya disertai dengan mual dan muntah. Kondisi ini dikenal dengan istilah medis ptyalism, yang dapat menjadi cara alami untuk menetralkan peningkatan produksi asam lambung yang menyebabkan mulas pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.
- Tanda hamil 7 minggu : Naiknya suhu tubuh. Naiknya suhu tubuh tepat setelah ovulasi, suhu tubuh sedikit naik dan tetap seperti itu sampai ibu mendapatkan menstruasi kembali. Jika hamil, suhu tubuh akan tetap sedikit lebih tinggi, yang disebabkan karena kenaikan produksi progesteron.
Sumber :
- detik.health.com
Incoming search terms:
- tanda kehamilan 7 minggu


