Cerita Melahirkan
Oleh : Suster Evi
Setelah menunggu kurang lebih 2 tahun, dibulan oktober 2014 tepatnya tanggal 15 oktober 2014 hadir kejutan yang sangat membahagiakan dengan lahirnya putra pertama kami yang diberi nama Muhammad Adam Ramadhan. Lahir dengan panjang 51 cm dan berat 3,7 kg pada hari jumat jam 11 malam. Adam nama panggilannya lahir dihari pertama Ramadhan, cucu pertama dari orangtua saya sehingga kakeknya memberi nama Adam, sesuai dengan nama Nabi pertama kita Nabi Adam AS, dengan penuh pengharapan menjadi anak sholeh dan berakhlak mulia seperti Nabi Adam AS dan Nabi Muhammad SAW. Amin. Adam dilahirkan secara normal spontan. Normal spontan adalah melahirkan secara alami tanpa bantuan alat seperti induksi, epidural atau vacum.
Adam dilahirkan tidak sesuai hari perkiraan lahir, kehamilan pertama ini menurut dokter termasuk post serotinus artinya kehamilan sudah lebih dari 40 minggu. Seperti ibu ibu muda lainnya kehamilan pertama sangat dinantikan, begitu pula dengan saya, saya selalu semangat untuk memeriksakan kehamilan baik pada dokter kandungan atau pun bidan karena saya selalu ingin tahu perkembangan anak dalam kandungan saya. Dalam menjalani kehamilan pertama ini saya mengalami hiperemesis gravidarum atau mual muntah berlebih, hanya makanan tertentu yang bisa masuk. Kehamilan pertama saya ini tidak seperti kehamilan ibu-ibu yang lain yang selalu ingin makan pedas dan asam, saya justru ingin muntah melihat dan mencicipi jenis makanan tersebut. Menurut dokter mual muntah wajar pada usia hamil muda atau trimester pertama, naik usia 4 bln akan berkurang dengan sendirinya. Tapi itu tidak berpengaruh buat saya, saya masih mual dan muntah sampai usia kehamilan saya menginjak trimester ke dua, padahal dokter sudah memberikan obat anti muntah, tapi tidak membantu. Semua nasihat dokter atau saran teman-teman sudah saya laksanakan tapi tidak begitu membantu. Akhirnya Dokter menyarankan saya untuk dirawat agar diinfus dan diberi obat muntah lewat suntikan karena ditakutkan dehidrasi.
Kembali saya ingin share bagaimana cemasnya setelah kehamilan saya sudah lewat 2 minggu dari HPL (hari perkiraan lahir), setiap seminggu sekali saya berobat ke dokter dan bidan.
Pada usia kehamilan 39 minggu Dokter memberikan obat rangsangan oral untuk seminggu, tapi kalo dalam seminggu tetap tidak ada kontraksi berarti saya harus melahirkan lewat operasi caesar. Semakin cemas saya dan suami mendengar saran dokter tersebut, maklum pasangan muda keuangan pun belum stabil, apalagi mengingat biaya operasi caesar itu mahal.
Selain minum obat rangsangan kontraksi, tidak luput berdoa, saya pun semakin semangat untuk jalan-jalan kecil dan olah raga ringan sesuai anjuran dokter. Ternyata sudah lewat seminggu saya belum ada tanda-tanda mau melahirkan, merasakan mules pun tidak, semakin cemas lah saya dan suami. Akhirnya saya sepakat dengan suami untuk tidak kembali ke dokter dulu menunggu mudah-mudahan kurang dari seminggu saya merasakan tanda-tanda melahirkan.
Usia kehamilan lebih 40 minngu tepatnya tanggal 14 0ktober 2004, pagi-pagi pas saat munggahan keluar flek tapi belum merasakan mules hanya perut terasa tegang dan punggung terasa sakit. Karena dari awal kita sepakat akan melahirkan dibidan akhirnya saya dibawa kebidan untuk diperiksa dan ternyata setelah dilakukan pemeriksaan dalam belum ada pembukaan baru hanya penipisan porsio, karena jarak rumah dan bidan lumayan dekat dan menurut bidan masih bisa pulang karena belum ada pembukaan dan pembukaan pada kehamilan pertama biasanya lama akhirnya saya memutuskan untuk pulang dulu.
Selama dirumah saya belum merasakan mules yang berarti sehingga saya masih bisa melakukan pekerjaan rumah yang ringan. Besoknya tanggal 15 oktober sekitar jam 10 pagi saya merasakan mules yang bertambah, pada saat di bidan dan diperiksa dalam pembukaan masih 1 cm. kita menunggu dengan sabar dan berdoa dan melewati tanda-tanda proses persalinan.
Akhirnya sekitar jam 8 malam perut saya merasakan mules yang makin hebat, makin sering dan makin teratur kemudian saya diperiksa dalam sudah pembukaan 7 cm, sekitar jam 9 malam mules semakin hebat akhirnya diperiksa dalam sudah pembukaan 9-10 cm karena bidan telah mempersiapkan segalanya tidak lama kemudian dengan pertolongan persalinan yang cepat dan tepat anak saya lahir.
Alhamdulillah meskipun melahirkan adalah proses yang menyakitkan tapi tidak setakut yang dibayangkan sebelumnya seperti yang diceritakan tema-teman. Satu hal yang paling membahagiakan saya sebagai seorang ibu bisa melahirkan secara normal.
Sumber :
- Pengalaman Pribadi
Incoming search terms:
- hpl lewat 10 hari
- pengalaman melahirkan lewat hpl
- cerita melahirkan
- hpl lewat 2 minggu
- hpl lewat seminggu
- cerita melahirkan lewat hpl
- cerpen melahirkan
- hpl sudah lewat seminggu
- HPL lewat 2 hari
- hpl lwat seminggu
