022 2032522
0822 144 623 86
D38FBC35
tokoalkes.com
Menu

( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0
Selesai Belanja
Rp 1.760.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBed Screen Stainless Steel Triple (3 Bidang)
Harga Rp 1.760.000
Lihat Detail
Rp 333.500 432.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangJual Stetoskop ABN Classic Dewasa
Harga Rp 333.500 432.000
Anda HematRp 98.500 (22.80%)
Lihat Detail

Cara Menggunakan Alat Tensi Darah (Sphygmomanometer)

Thursday, July 9th 2015.

Alat tensi darah atau yang disebut dengan spigmomanometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah sesorang. Alat tensi darah atau spigmomanometer ini terdapat dua jenis yaitu alat tensi darah atau spigmomanometer yang manual dan digital. Cara menggunakan alat tensi darah baik yang manual maupun yang digital pada prinsipnya sama, yaitu dilakukan pada bagian lengan atas.

Cara menggunakan alat tensi darah yang digital dalam penggunaannya lebih praktis dan mudah dibandingkan dengan cara menggunakan alat tensi darah yang manual. Pada pengukuran dengan menggunakan alat tensi darah yang digital hanya memerlukan satu alat tensi darah saja, sedangkan pada pengukuran dengan menggunakan alat tensi darah yang digital diperlukan dua alat yaitu alat tensi darah dan stetoskop.

TokoAlkes jual berbagai macam alat tensi darah

tensimeter

Pada cara menggunakan alat tensi darah yang digital tidak memerlukan stetoskop untuk mendengarkan hasil dari pengukuran tekanan darah. Hasil pengukuran tekanan darah akan muncul secara otomatis pada layar alat pengukur tekanan darah digital tersebut. sedangkan cara menggunakan alat tensi darah yang digital masih diperlukan stetoskop untuk mengetahui nilai tekanan darah yang dihasilkan.

Cara Menggunakan Alat Tensi Darah Manual

Pada prinsipnya cara menggunakan alat tensi darah manual sama dengan alat tensi darah digital yaitu sama-sama melakukan pengukuran tekanan darah pada lengan atas. Karena pada bagian inilah pengukuran tekanan darah akan menghasilkan nilai yang akurat. Selain itu hasil pengukuran tekanan darah yang akurat juga dipengaruhi oleh penggunaan alat pengukur tekanan darah itu sendiri. Pada tensi darah manual sebenarnya masih dapat dikatakan belum sepenuhnya akurat namun pengukuran tensi darah dengan menggunakan tensi darah manual masih banyak dilakukan mengingat tensi darah digital masih tergolong mahal.

Cara menggunakan alat tensi darah manual menjadi keterampilan yang wajib dikuasai oleh para tenaga kesehatan yang mempunyai wewenang dalam mengukur tekanan darah. Cara menggunakan alat tensi darah manual meliputi langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Beri kesempatan kepada klien untuk beristirahat selama kurang lebih 5 menit sebelum pengukuran tekanan darah dilakukan. Pengukuran tekanan darah lebih baik dilakukan setelah klien diberi kesempatan untuk beristirahat mengingat apabila dilakukan setelah beraktivitas maka dapat meningkatkan tekanan darah dan menghasilkan pengukuran yang kurang akurat.
  2. Lakukan informed conset kepada klien. Jelaskan mengenai prosedur yang akan dilakukan kepada klien serta tujuannya. Pastikan klien mengerti tentang tindakan yang akan dilakukan dan beri kesempatan kepada klien untuk bertanya.
  3. Menyiapkan peralatan untuk mengukur tekanan darah secara manual. Mengukur tekanan darah secara manual diperlukan alat pengukur tekanan darah dan stetoskop.
  4. Mengatur posisi pasien dalam keadaan posisi duduk sambil tangan yang akan di ukur tekanan darahnya menopang pada meja.
  5. Pasang cuff pada area lengan atas tepatnya kurang lebih 5 cm diatas siku.
  6. Pasang stetoskop pada bagian arteri brachialis.
  7. Pastikan pemompa cuff dalam keadaan terkunci.
  8. Raba bagian arteri radialis yang berada pada bagian pergelangan tangan lalu pompa cuff sampai denyutan pembuluh darah tersebut tidak teraba lagi.
  9. Naikkan nilai tekanan darah sebanyak 30 mmHg dengan memompa dari nilai terakhir denyutan pembuluh darah yang tidak teraba lagi. Misalnya saja denyutan tidak teraba pada nila 100 mmHg kemudian dinaikan dengan cara dipompa sampai nilai 130 mmHg.
  10. Buka pengunci pompa secara perlahan lalu dengarkan denyutan pertama dan terakhir dari stetoskop.
  11. Denyutan pertama yang terdengar melalui stetoskop menunjukkan nilai sistolik dari tekanan darah, sedangkan denyutan terakhir yang terdengar melalui stetoskop menunjukkan nilai diastolik dari tekanan darah.
  12. Catat hasil pengukuran dan informasikan hasil pengukuran tekanan darah kepada klien.

Berbagai macam alat tensi darah dapat dibeli di TokoAlkes.com Atau datang langsung ke Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi SMS / WhatsApp : 0822 144 623 86 / 081 12 2345 05, BBM : 7F8B61CD / 52B65C54.

 

Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :

  • Buku Keterampilan Dasar Praktik Klinik

 

Incoming search terms:

  • cara menggunakan alat tensi

Produk terbaru

Rp 35.500
habis
Rp 280.000
habis
Rp 15.500 21.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPean Lurus (Rochester Pean Forcep Stright) RENZ 14 cm
Harga Rp 15.500 21.000
Anda HematRp 5.500 (26.19%)
Lihat Detail
Rp 572.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangUji Leptospira IgM Rapid Test Untuk Pemeriksaan Leptospirosis
Harga Rp 572.000
Lihat Detail
Rp 330.000
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangImplant Kit Standar Renz
Harga Rp 330.000
Lihat Detail