Cara Cepat untuk Mengetahui Suhu Tubuh Dengan Termometer
Oleh : Bidan Sulistia
Ketika terjadi demam tentunya Anda ingin mengetahui berapa suhu tubuh Anda sekarang. Tentunya yang Anda lakukan adalah mengukur suhu tubuh dengan menggunakan termometer. Namun termometer jenis apa yang digunakan agar menghasilkan hasil yang cepat? Inilah pertanyaan umum yang sering diajukan. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut kita kenali terlebih dahulu lebih jauh tentang termometer.
Termometer adalah alat kedokteran yang sering digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin, yakni thermo yang berarti panas dan meter yang artinya untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam.
1. Termometer air raksa
Dalam kehidupan sehari-hari alat yang satu ini memang tidak teralu banyak orang yang menggunakannya. Termometer raksa sering dignakan oleh tenaga medis maupun paramedis. Dalam menggunakan termometer ini diperlukan kehati-hatian sehingga peminat termometer ini sangat jarang. Termometer raksa menggunakan gelembung besar (bulb) pada ujung bawah tempat menampung cairan, dan tabung sempit (lubang kapiler) untuk menekankan perubahan volume atau tempat pemuaian cairan.
Prinsip kerja termometer raksa berdasar pada prinsip suatu cairan volumenya berubah sesuai temperatur. Cairan yang diisikan kadang-kadang alkohol yang berwarna tetapi juga bisa cairan metalik yang disebut merkuri, keduanya memuai bila dipanaskan dan menyusut bila didinginkan. Terdapat nomor disepanjang tube gelas yang menjadi tanda besaran temperatur.
Keutungan penggunaan termometer raksa antara lain tidak memerlukan alat bantu, relatif murah, tidak mudah terkontaminasi bahan kimia sehingga cocok untuk laboratorium kimia, dan konduktivitas panas rendah. Kelemahan termometer raksa antara lain mudah pecah, mudah terkontaminasi cairan (alkohol atau merkuri), kontaminasi gelas/kaca, dan prosedur pengukuran yang rumit (pencelupan). Penggunaan thermometer raksa harus melindungi raksa dari benturan dan menghindari pengukuran yang melebihi skala termometer.
Pada penggunaan termometer raksa biasanya terdapat sumber kesalahan dari termometer raksa yaitu :
- Time constant effect, waktu yang diperlukan konduksi panas dari luar ke tengah batang kapiler
- thermal capacity effect, apabila massa yang diukur relatif kecil, akan banyak panas yang diserap oleh termometer dan mengurangi suhu sebenarnya
- Cairan (alkohol, merkuri) yang terputus
- kesalahan pembacaan
- kesalahan pencelupan.
Di beberapa negara termasuk Indonesia termometer air raksa sudah mulai dilarang digunakan karena dapat membahayakan kesehatan. Air raksa adalah logam berat yang dapat menimbulkan gangguan penyakit seperti kanker dan lain lain.
2. Termometer spring
Termometer spring merupakan jenis termometer yang menggunakan sebuah coil (pelat pipih) yang terbuat dari logam yang sensitif terhadap panas, pada ujung spring terdapat pointer. Bila udara panas, coil (logam) mengembang sehingga pointer bergerak naik, sedangkan bila udara dingin logam mengkerut pointer bergerak turun.
Secara umum termometer ini paling rendah keakuratannya di banding termometer raksa dan digital. Penggunaan termometer spring harus selalu melindungi pipa kapiler dan ujung sensor (probe) terhadap benturan/ gesekan. Selain itu, pemakaiannya tidak boleh melebihi suhu skala dan harus diletakkan di tempat yang tidak terpengaruh getaran.
Ada lagi yang disebut termometer nonkontak. Termometer ini terkenal dimasyarakat dengan sebutan termometer infra merah. Termometer ini mendeteksi temperatur secara optik selama objek diamati, radiasi energi sinar infra merah diukur, dan disajikan sebagai suhu, dengan mengetahui jumlah energi infra merah yang dipancarkan oleh objek dan emisinya, temperatur objek dapat dibedakan.
4. Termometer digital / elektrik
Yang terakhir ada termometer elektrik. Ada dua jenis yang digunakan di pengolahan, yakni thermocouple dan resistance thermometer. Biasanya, industri menggunakan nominal resistan 100 ohm pada 0 °C sehingga disebut sebagai sensor Pt-100. Pt adalah simbol untuk platinum, sensivitas standar sensor 100 ohm adalah nominal 0.385 ohm/°C, RTDs dengan sensivitas 0.375 dan 0.392 ohm/°C juga tersedia.
Cara pemakaiannya sangat mudah yaitu dijepit dibagian aksila (ketiak) untuk orang dewasa sedangkan pada bayi selain diaksila bisa digunakan dimulut. Suhu normal pada tubuh manusia adalah 36 °C. Akan tetapi suhu tubuh pada orang dewasa dan anak-anak berbeda, pada bayi suhu normal pada aksila adalah 36,5-37 °C.
Dari macam-macam termometer yang dijelaskan tadi, termometer yang digunakan agar menghasilkan hasil yang cepat adalah termometer elektrik atau termometer digital. Bila Anda memerlukan hasil yang cepat tanpa harus mengukur dengan menyentuh bagian tubuh, maka gunakanlah termometer non kontak atau termometer inframerah.
Termometer ini bisa didapatkan di TokoAlkes Jl. Pasir kaliki no. 239B (depan RSHS), atau bisa menghubungi telp 0851 0117 9366 SMS : 0822 144 623 86, BBM : 7F8B61CD, WA : 0822 144 623 86.
Incoming search terms:
- cara menggunakan termometer safety
- Cara menggunakan termometer lotus
- cara menggunakan termometer air raksa safety
- cara pakai thermometer safety
- cara menggunakan termometer merk safety
- termometer lotus
- cara memakai termometer safety
- cara menggunakan thermometer safety
- cara penggunaan termometer safety
- cara pakai termometer safety
