Alat Kontrasepsi Pria
Oleh : Bidan Esi Esasi
Masih sedikit sekali alat kontrasepsi pria yang di produksi di Indonesia. Hal ini sangat berkaitan dengan budaya yang menganggap bahwa penggunaan alat kontrasepsi lebih diutamakan pada wanita dari pada pria. Sehingga sedikit sekali alat kontrasepsi pria yang di produksi. Sebenarnya dalam usaha untuk meningkatkan pemeriksaan gerakan Keluarga Berencana Nasional peranan pria sebenarnya sangat penting dan menentukan. Sebagai kepala keluarga pria merupakan tulang punggung keluarga dan selalu terlibat untuk mengambil keputusan tentang kesejahteraan keluarga, termasuk untuk menentukan jumlah anak yang diinginkan.
Terdapat beberapa macam alat kontrasepsi pria diantaranya adalah kondom, dan metode operasi pria atau vasektomi. Alat kontrasepsi pria yang banyak dan mudah di dapatkan adalah kondom. Sedangkan vasektomi merupakan metode kontrasepsi yang sulit untuk dilakukan karena membutuhkan tenaga ahli khusus. Operasi pria yang dikenal dengan nama vasektomi merupakan operasi ringan, murah, aman, dan mempunyai arti demografis yang tinggi, artinya dengan operasi ini banyak kelahiran yang dapat dihindari.
Menurut sejarah alat kontrasepsi pria yaitu kondom sudah diketahui sejak jaman Mesir Kuno dan dibuat dari kulit atau usus binatang. Atas perintah raja Charles II Inggris, dokter Condom membuat kondom dari kulit binatang dengan panjang 190 mm, diameter 60 mm, dan tebal 0,038 mm. Teknik dan biaya pembuatannya cukup mahal dan keberhasilannya masih rendah sebagai alat kontrasepsi pria. Dokter Fallopio dari Italia membuat alat kontrasepsi pria kondom dari linen dengan tujuan utama untuk menghindari infeksi hubungan seks tahun 1564. Dokter Hercule Saxonia pada tahun 1597 membuat alat kontrrasepsi pria kondom dari kulit binatang yang bila hendak dipakai direndam dulu. Alat kontrasepsi pria ondom terbuat dari karet dikembangkan oleh dokter Hancock pada tahun 1944 dan Goodyer.
Jenis Alat Kontrasepsi Pria
- Kondom. Alat kontrasepsi pria kondom merupakan selubung atau sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan seksual. Kondom terbuat dari karet sintesis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti putting susu, berbagai bahan telah ditambahkan pada alat kontrasepsi pria kondom baik untuk meningkatkan efektifitasnya (misalnya penambahan spermisida) maupun sebagai aksesoris aktifitas seksual. Alat kontrasepsi pria kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi pria yang paling mudah dipakai dan diperoleh baik di apotik maupun di toko-toko obat dengan berbagai merek dagang. Alat kontrasepsi pria kondom mempunyai tiga fungsi yaitu : sebagai alat kontrasepsi pria, mencegah penularan PMS termasuk HIV/AIDS, dan membantu pria atau suami yang mengalami ejakulasi dini.
- Vasektomi. Alat kontrasepsi pria vasektomi adalah suatu prosedur klinik yang dilakukan untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi. Alat kontrasepsi pria vasektomi merupakan tindakan penutup (pemotongan, pengikatan, penyumbatan) kedua saluran mani pria/suami sebelah kanan dan kiri; sehingga pada waktu bersanggama, sel mani tidak dapat keluar membuahi sel telur yang mengakibatkan tidak terjadi kehamilan. Tindakan yang dilakukan adalah lebih ringan dari pada sunat atau khinatan pada pria, dan pada umumnya dilakukan sekitar 15-45 menit, dengan cara mengikat dan memotong saluran mani yang terdapat di dalam kantong buah zakar. Alat kontrasepsi pria vasektomi merupakan operasi kecil yang dilakukan untuk menghalangi keluarnya sperma dengan cara mengikat dan memotong saluran mani (vas deferent) sehingga sel sperma tidak keluar pada saat senggama. Alat kontrasepsi pria vasektomi ini tidak sama dengan kebiri atau kastrasi yang mengangkat buah pelir bekas operasi hanya berupa satu luka kecil ditengah atau diantara kiri dan kanan kantong zakar (kantong buah pelir).
Daftar Pustaka :
Hartanto, Hanafi. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan; 2004.
Saifuddin, Abdul Bari. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2012
Incoming search terms:
- harga sarung tangan karet di apotik
- harga sarung tangan latex di apotik
- beli sarung tangan karet di apotik
- jual spermisida
- harga sarung tangan latex di apotek
- sarung tangan apotek untuk mastirbasi
- harga sarung tangan masturbasi
- Alat kontrasepsi sarung tangan
- apakah sarung tangan latex ada di apotik
- spermisida di apotik

